Tuesday, 22 April 2014

Beberapa Hal..

beberapa hal bisa buatku tersenyum
saat merasakan hangatnya keluarga
saat merindukan tawa teman-temanku
saat melakukan hal-hal menyenangkan, dan
saat menyaksikan candaanmu

beberapa hal bisa buatku termenung
saat memikirkan hidupku yang tak ada likunya ini
saat merasakan kesendirian meski di tengah kebahagiaan
saat mencari inspirasi, dan
saat memikirkanmu

beberapa hal bisa buatku marah
saat tak mampu menerima kesalahanku maupun memaafkannya
saat diabaikan meski akhirnya aku tetap diam
saat merasa kesal, dan
saat melihatmu tanpa bisa menyapamu

beberapa hal bisa buatku menangis
saat menonton film romantis dengan akhir yang mengharukan
saat merasa kesepian
saat melihatmu padahal aku mati-matian berusaha melupakanmu

Kamu lihat?
Dari semua hal, kamulah sebagian besar penyebabnya. 

sekarang ...
beberapa hal bisa buat hatiku begitu sakit 
melihatmu, hanya dengan melihatmu saja sudah bisa membuat hatiku sakit
terlebih kamu slalu ada disitu, di depan mataku setiap kali aku membuka mata
tak berdarah, tapi kenapa sakit rasanya

Sekali lagi ini bukan salahmu.
Bukan.
Aku hanya perlu mencoba lagi, iya kan?
Mencoba untuk bisa menghilangkan satu macam rasa ini

Tak perlulah aku jelaskan rasa macam apa 
Tapi aku masih terus mencoba kok
Doakan saja aku bisa, bisa melupakanmu. 
Ah iya salah, yang benar bisa memaafkan kesalahanku dulu karena telah mengenalmu


 

Tuesday, 25 March 2014

Saturday, 15 March 2014

Rahasianya

Untuk bisa menjaganya selama ini, terima kasih.
Untuk tak pernah mengeluhkannya pada orang lain, terima kasih.
Untuk tetap bertahan diam seperti ini, terima kasih.
Untuk menguatkan hati atas semua ini, terima kasih.
Untuk tetap mengenang mereka semua, terima kasih.
Untuk tetap mengingat ia yang satu, terima kasih.
Untuk tak menyalahkan air mata yang jatuh atau bahkan membiarkannya jatuh, terima kasih
Untuk selalu menemaninya saat terjatuh dan bangkit kembali, terima kasih.
Untuk mendengarkan tiap caciannya pada dirinya sendiri, terima kasih.
Untuk yang tak pernah pergi meninggalkannya, terima kasih

Untukmu, yang tak peduli seorang seperti apa dirinya,
yang tak peduli betapa lemahnya dia,
yang tak peduli betapa bodohnya dia,
yang tak peduli betapa menyebalkannya dia,
yang tak peduli betapa liciknya dia,terima kasih
dan,
Untuk segala yang ia lakukan, maaf

Wednesday, 5 March 2014

Waktu...

Bukan saat yang baik bagimu
Bukan waktu yang tepat untukmu tersenyum bahagia
Bukan kamu yang salah meski hatimu berkata lain
Bukan hal  yang salah kalau memilih diam.. di tempat yang aman
Bukannya kamu harus berubah, hanya saja dunia tidak akan berubah untukmu
Bukan hal besar bagimu mungkin ,tapi hatimu berkata hal lain padaku
Sekarang saja..
Untung saat ini saja, biarkan dunia menelanku
Membuatku tak terlihat oleh orang lain
Kali ini saja...
kumohon...
Maaf..
Dan juga,
Terima kasih...

Wednesday, 26 February 2014

Tak bisakah Dua menjadi Satu?

Karena orang yang memikirkan dirinya sendiri lebih banyak ketimbang yang memikirkan sejuta umat
Karena orang yang melukai diri sendiri lebih banyak ketimbang yang membantu orang lain
Karena orang yang menyayangi dirinya sendiri lebih banyak ketimbang yang menyayangi keluarganya
Karena orang yang rela lari lebih banyak ketimbang yang rela berkorban
Karena orang yang menangis karena patah hati lebih banyak ketimbang yang menangis karena hal lain
Karena orang yang  saling iri dan benci lebih banyak ketimbang yang saling dukung dan sayang
Karena orang yang bahgaia karena uang lebih banyak ketimbang yang bahagia karena kasih sayang
Karena orang yang terluka karena 'kata-kata' lebih banyak ketimbang yang terbuai olehnya
Karena orang yang mudah salah paham lebih banyak ketimbang yang mau memahami
Karena orang yang menyesal lebih banyak ketimbang yang puas
Karena dunia itu sempit, atau karena dunia itu luas,
rumit, atau sederhana
singkat, atau panjang
tidak bisakah kita hidup dalam satu warna? warna yang indah saja, warna yang tidak membuat orang takut menatap hal yang mereka anggap sebuah 'kesalahan', 'penyesalan, 'ketidakadilan'.

Friday, 31 January 2014

Yang Dulu Yang Sekarang

Dulu.. aku mana tau namanya membela diri
Sekarang .. aku cukup bisa membela diri atau memilih bersikap acuh
Dulu .. mana bisa aku menolong yang lain, menolong diri sendiri saja tak mampu
Sekarang .. saat aku mampu, aku berusaha membantu, meski aku tetap merasa seperti orang jahat
Dulu .. mana paham aku tentang orang lain
Sekarang.. banyak hal membuka mataku
Dulu.. aku sedikit berkata kata
Sekarang.. kata-kataku melukai orang lain
Dulu .. aku punya mimpi
Sekarang .. mimpiku telah pergi
Dulu .. dia ada
Sekarang.. dia sudah tak ada
Dulu .. aku tak begitu peduli
Sekarang .. aku rindu.. ayah..

Sunday, 19 January 2014

Kali ini yang terakhir untuk Si desember

Nah. Seharusnya aku menulis ini tahun lalu, desember, tanggal 20 tepatnya. Bukan seharusnya tapi yang benar lebih baik. Tapi hari itu, hari kemarin, dan akhir-akhir ini aku  tak menyempatkan diri untuk sempat. Sempat ingin menulis, tapi tak ada yang terucap. Saat aku tak lagi memegang pena, semuanya terlintas. Seolah-olah aku tak boleh mengungkapkannya dalam tulisan. Yaa, memang aku berharap ini yang terakhir. Karena sebelumnya aku bilang, kalau kamu jawab semua pertanyaanku dengan 'iya', aku akan mengatakannya dengan bahagia. sayangnya pertanyaan itu tak pernah kamu dengar, dan mungkin selamanya tak akan pernah kamu tau. Meski begitu aku tetap berdoa untukmu, untuk semua pertanyaanku padamu. Goodbye. Selamat Ulang Tahun , R.

I'm spelled by this beautifull flower today, so beautiful that I want to present this for you.
this flower  means that I depend on you
Wisteria :D