Saturday, 24 August 2013

Masa Laluku adalah Kenangan


Hidup itu mengalir. Begitu juga dengan manusia. Beberapa orang yang hidup denganku saat ini mungkin adalah orang yang akan menemaniku sampai kelak nanti.  Beberapa orang datang dan pergi sebelum detik ini dalam hidupku. Ada yang sekedar singgah dalam hati ini. Ada yang pergi tak berjejak. Orang menyebutnya masa lalu. Masa dimana semuanya dianggap angin lalu yang hanya sekedar mengisi hidupnya dulu. Tapi itu semua bukan sekedar masa lalu bagiku. Itu semua KENANGAN bagiku. Masa yang selalu kukenang entah yang mengukir senyum maupun kelu. Aku ingin, ingin sekali menghargai semuanya. Menghargai semua hal yang terjadi padaku menjadi bingkai kenangan. Tak apa kalau kalian yang ada dalam bingkai itu tak lagi peduli. Tak apa kalau semua ini hanya aku yang ingat. Hal terpenting adalah aku masih bisa mengingat semuanya.
Hingga kini aku masih bisa hidup dengan semua kenangan itu, karena ada seseorang yang tidak bisa menghapus kenangannya berapapun ia ingin menghapusnya. Tapi aku takut. Takut memoriku tak lagi sanggup mengingat semuanya. Takut tak lagi bisa mengingat saat itu, saat aku bahagia denganmu. Takut aku tak mengenali semuanya lagi. Tapi saat itu pasti datang. Saat di mana secara perlahan kenanganku mulai luntur dari kepalaku. Kalau saat itu tiba, aku tidak meminta tuk mengembalikan ingatanku. Setidaknya biarkan hatiku mengingatkan semua yang akalku lupakan.

Tuesday, 20 August 2013

Dear Someone

Dear You,

I haven't found an answer that seems lika a real answer. Is it because I knew it will pass by and then disappear? Your smile always make me sad. But I wanna see your smile everyday. The sound of my lone breath didn't make me sad at all. I wondering where happiness can be found so that you can smile. Can I find that happiness for you ?
I just look up at the sky and said "I'll always miss you". No matter how strong I am, I can't be happy without seeing you. Just like that day, the day when I saw you,  even when our meeting has no meaning for you. I'll keep it on my memory.
Have you forgoten me ? Have your tears dried already? It's okay. The way you forget me doesnt hurt me anymore. But I have a wish. I wishes you were here when I open my eyes today. I know that it's impossible. 
Because you never exist in this world, not even a single bit.

Sincerely,
Your Admirer

Wednesday, 24 July 2013

1 Litre Of Tears Quote [Comic]

Siapa yang tidak tau Ichi Ritoru no Namida atau yang biasa dikenal dengan judul 1 Litre Of Tears ? Drama yang mengangkat kisah nyata ini begitu populer bahkan sampai sekarang. Kisah yang dibuKukan dalam bentuk komik dan drama ini pernah sekali diadaptasi oleh Indonesia dalam sinetron Buku Harian Naila.
Kata-kata dalam kisah ini begitu menginspirasi para penderita penyakit yang sulit disembuhkan. Bahkan bisa menghidupkan semangat mereka yang telah hilang ditelan rasa sakit. Dari kisah ini kita juga bisa sedikit memahami bagaimana rasanya menjadi dia yang serba tak bisa melakukan sesuatu hingga akhirnya tak bisa melakukan segalanya.

Quote ini aku ambil dari komik One Litre of Tears,



Apa yang harus kulakukan untuk mencegah jatuhnya air mataku ini tanpa sepengetahuan siapapun?
Dengan menuliskan segala yang kupikirkan setiap hari ke dalam kata-kata yang keluar begitu saja, ada hal yang mulai terlihat, aku mulai memikirkan berbagai hal lebih dari sebelumnya
Katanya "Pena lebih tajam dari pedang"
Jelas bahwa kata-kata bagaikan pisau
Bagaimanapun kecil dan pendeknya dapat memotong dengan dalam
Dan sampai kapanpun akan menyayatkan luka yang dalam

Jangan menangis, penakut.
Saat sulit adalah saat manusia tumbuh menjadi dewasa

Di manakah gerangan kebahagiaan?
Apakah gerangan kebahagiaan?
Aku merasakan ketidakstabilan dan kelemahan tubuhku dalam tiap langkahku
Aku tidak dapat melakukan apa yang dilakukan orang  lain
Yang kurasakan hanya rasa terhina dan kesengsaraan
Apakah perasaan ini baru dapat dirasakan dan dipahami setelah merasakannya sendiri?
Apakah  mereka tidak dapat menempatkan diri mereka di posisiku dan membayangkannya?
Aku juga baru memahaminya setelah menjadi seperti ini
Aku ingin mempunyai hati yang luas…seluas langit biru
Aku tidak merasa dendam pada kata-kata temanku yang lugu, namun tak perperasaan
Aku ingin menjadi manusia yang menerima dan memaafkan banyak hal dengan hati lapang


Mata yang penuh rasa ingin tahu pasti akan berfokus pada gerakanku yang kaku
Aku jadi merasa khawatir dan takut
Berikan aku kekuatan untuk dapat melalui segala rintangan
Berikan aku keberanian untuk bertahan
Mungkin kata-kata yang orang lain katakana tak lebih dari kata-kata yang keluar dari mulutnya tanpa maksud apapun,
Namun begitu cukup untuk menghancurkan semangatku hingga berkeping-keping
Lebih dari sekedar tangan dan kaki yang tidak mengikuti apa kemauanku ini
Dengan begitu mudahnya menghancurkan harapanku

Kuatkan dirimu.
Lebih kuatkan dirimu.
Meskipun aku menerima bahwa aku adalah penyandang cacat, lalu nerapa banyak keluh kesah yang diperlukan?
Berapa banyak air mata yang diperlukan?

Orang yang mengelilingiku dari jauh seperti jijik untuk menyentuh sebuah bisul
Mereka memandangku sebagai orang cacat
Tidak menganggapku sebagai bagian dari mereka
Berpenampilan trendi, atau jatuh cinta pada seorang cowok
Itu adalah hal yang wajar bagi gadis seumurku
Tapi bagiku, bagai punguk merindukan bulan
Yang tersisa dalam diriku hanyalah semangatku dalam belajar
Dan bila hal itu diambil dariku, apa lagi yang akan tersisa?
Obat hatilah yang membuatku lupa akan tubuhku yang cacat ini
Meski hanya untuk sementara
Aku selalu mengingatkan diriku untuk memiliki hati yang kuat
Kekuatan yang diperlukan hati ini bukanlah kekuatan baja
Melainkan kekuatan hati

Kekecewaan dan kesedihan karena tidak dapat melakukan sesuatu juga ditangisi saja
Meskipun pahit, pahami dengan baik diri yang sekarang
Pikirkan hall-hal yang baik, yang bias dilakukan untuk mengisi kehidupan selanjutnya
Jalani hidup di depanmu

Saturday, 6 July 2013

Selamat Ulang Tahun

Bulan apa sekarang? Ah iya, sekarang bulan Juli. Lima bulan lagi aku kembali mengucapkannya. Mengucapkan kata-kata yang tak mungkin kau dengar selama 3 tahun ini. Terdengar bodoh memang, terus melakukan sesuatu yang jelas sia-sia. Tapi aku suka. Menyenangkan sekali mengucapkannya. Senang karena aku harus menjaga perasaanku sendiri. Senang karena dirimu memiliki seorang pengagum. Ah bukan, aku lebih terdengar seperti penguntit yang sudah terobsesi akan dirimu ketimbang seorang pengagum. Sekarang aku tidak terlalu tau bagaimana kabarmu, aku yakin kamu pasti bahagia disana. Meski sebelumnya kamu terlihat buruk. Sangat buruk, sampai-sampai kematianmu sempat terbayang di pikiranku. Bagaimana pikiran seburuk itu tidak muncul kalau kamu katakan hal seburuk dan sesial itu terjadi padamu. Melihatmu kesakitan dan begitu putus asa bukan hal yang aku inginkan. Tapi nyatanya aku melihatnya, melihat dirimu yang begitu lemah. Aku tidak terlalu suka mengucapkan Selamat Ulang Tahun diikuti kata “semoga panjang umur”. Karena usia seseorang sudah ditentukan. Tapi hari itu berbeda. Aku mengucapkannya, karena aku rasa kamu butuh itu. Dan aku menginginkan itu, kamu berumur panjang.  
Bagaimana kabarmu? Apakah air matamu sudah mengering? Sudahkah ia melihatmu, perempuan yang kamu kejar waktu itu? Aku tau kamu tidak mendengar pertanyaanku, tapi kuharap semua jawabannya adalah iya. Agar aku bisa kembali mengucapkan kata-kata itu tiap akhir tahun dengan bahagia. Selamat Ulang Tahun :)


Tuesday, 18 June 2013

Musim Gugur Tanpa Akhir

Lagi otak atik komputer terus nemu file yang satu ini. Ga nyadar dulu pernah nulis kaya begini sekitar tahun 2010an . Cekidot yuk


Musim Gugur Tanpa Akhir

Lagi…
Matahariku pergi
Lagi…
Hariku perih
Dan Lagi …
Musim ini tak kunjung berganti

Satu demi satu semangatku pergi
Satu demi satu kata tlah musnah
Satu demi satu bahagiaku mati
Dan waktu tlah memudarkan sgalanya

Ingin kupanggil ragaku
Tak sepatah pun keluar dari mulutku
Ingin kulupakan semuanya
Meski air mata ini takkan tertahan

Di mana gerangan kebahagiaan?
Apakah gerangan kebahagiaan?

Tanya slalu terngiang
Kenapa luka yang ia rasa tak terhapuskan juga?
Kenapa ia harus pergi?
Kenapa hanya kepergian yang ada dalam hidup ini?

Tiap tanya tak slalu ada jawabnya
Sekali YANG BERHARGA pergi
Takkan pernah ia kembali
Dan jangan pernah tanya kenapa
Mungkin hingga akhir
Musim ini benar benar takkan berganti

Aku tidak menyalahkanmu untuk rasaku ini

Hari ini aku kembali melihatmu sekedar menyapaku. Sapaan yang mengingatkanku akan masa laluku denganmu. Bukan, yang benar adalah masa laluku tentangmu karna mungkin diriku bukanlah bagian yang pantas kamu sebut masa lalu. Tapi kamu adalah bagian dari kenangan yang aku punya. Masih ingatkah dulu saat kita bertemu meski hanya lewat tulisan. Kita saling menyapa dan berbalas pesan tapi rasanya aku begitu mudah tertarik dengan dirimu waktu itu. Kamu yang humoris,pandai memuji dan mencairkan suasana membuatku slalu mengingatmu setiap saat. Mungkin aku terlalu kesepian hingga menganggap keakrabanmu adalah hal yang berbeda.  Kamu memperlihatkanku akan hobimu. Tahukah kalau aku berusaha memahami hobimu tiap hari hanya karena ingin mengerti dirimu, agar kita berada dalam satu lingkaran yang sama.
Kita terhubung lewat tulisan, hanya lewat kata-kata. Tak pernah kusangka kita akan bertemu secara langsung, meski  hanyalah kebetulan. Tapi suatu kebetulan itu membuatku sangat bahagia. Hari itu aku duduk di belakangmu dan beberapa kali kamu jatuhkan barangmu dan mengambilnya sambil menoleh ke arahku. Aku  harap itu adalah bentuk sapaanmu padaku meski aku sendiri tak sanggup untuk menyapamu.
Kita memang teman, tapi tak bisa membuatku berhenti mengharapkanmu. Aku tak mau berpikir aku spesial karna nyatanya memang tidak. Aku tau aku terlalu berharap, karena kamu memperlakukanku sama seperti dirimu memperlakukan setiap orang. Dan hari itu aku yakin. Yakin kalau kupikir kamu slalu melambungkanku ke langit tapi ternyata malah menghempaskanku ke lautan karang. Bukan kamu yang melakukannya, tapi aku. Keyakinankulah yang membuatku terjatuh seperti ini.  Harapan yang kutanamlah yang menyakiti diriku sendiri. Aku melihat fotomu dengannya dengan senyum bahagia di wajahmu. Di lain waktu aku melihatmu mengantarnya pulang seusai sekolah. Rasanya begitu sesak dada ini melihatmu bersamanya. Begitu jarang aku bisa melihatmu. Sekali aku bisa melihatmu, kamu terlihat bersama dengannya.
Hari ini melihatmu sekedar menyapaku mengingatkanku akan rasa itu. Maaf kalau aku pernah punyai rasa seperti ini padamu. Aku masih sukai hobimu itu dan melakukannya membuatku mengingatmu. Tolong jangan salahkan aku kalau hingga kini kamu masih ada disini, di hatiku.

Friday, 14 June 2013

Menatap yang Tak Pernah Melihat

Seperti apa rasanya bicara dengan seseorang yang tak pernah benar-benar melihatmu? Mengira ia sedang melihat orang lain padahal ia menatapmu. Jujur aku tidak tahu, karena aku bukan 'kamu' tapi akulah yang disebut 'ia'. Tidak tahu harus bersikap seperti apa, yang bisa kulakukan hanyalah meyakinkanmu kalau aku menatapmu, untuk bicara denganmu. Tapi kamu malah mengalihkan pandanganmu seolah aku bukannya memandangmu, tapi orang di sebelahmu. Bukan 'seolah', aku tahu aku tidak terlihat menatapmu, karena itu kamu memalingkan wajahmu. Lalu aku harus bagaimana? Ini aku. Aku memang seperti ini. Bukan kelemahan yang aku miliki, tapi kekurangan.
Hari itu aku memutuskan untuk menerima semuanya, semua kekuranganku. Karena bayangan akan orang lain yang lebih tak berdaya daripadaku membuatku lebih kuat dari mereka. Karena merasa beruntung tidak sebuntung hidup mereka. Tapi banyak hal terus terjadi, dan diriku kembali dibuat lemah akan hal yang sama. Ingin menangisinya, tapi untuk apa? Aku tidak akan berubah menjadi kuat hanya dengan menangis. Tidak akan membuatmu berpikir aku sedang menatapmu.Benar-benar menatapmu. Apa selama aku bisa menerima ini semua maka segalanya akan baik-baik saja? Kalau memang iya, aku akan menerimanya. Semampuku...